Buddhist Fellowship Indonesia

6 Well Beings :

Physical well-being and good health

Mental well-being and joyful living
Family well-being and domestic bliss
Economy well-being and career success
Interpersonal well-being and social harmony
Spiritual well-being and inner peace

8 Core Value :

Respect (Hormat)
Joyful Effort (Semangat penuh Sukacita)
Integrity (Integritas)
Service (Melayani)
Compassion (Welas Asih)
Learning (Belajar terus menerus)
Self Reflection (Introspeksi diri)
Faith (Memiliki Keyakinan)

 

 

8 Core Values Buddhist Fellowship Indonesia
Sebagai kalyanamitta Buddhist Fellowship Indonesia,
kami bertekad untuk menjalankan nilai-nilai berikut:

1.Respect – Penuh hormat kepada Sang Tiratana, mereka yang lebih tua, Guru, teman se-Dhamma dan semua mahluk hidup demi tercapainya hubungan yang sehat dan harmonis.

2.Joyful effort – Penuh semangat sukacita di dalam mencapai kesejahteraan dan keseimbangan antara Fisik dan Mental, Keluarga dan Ekonomi, Interpersonal dan Spiritual.

3. Integrity – Menjalani hidup sesuai prinsip dan nilai-nilai kebenaran, baik melalui pikiran, ucapan maupun perbuatan.

4. Service – Tidak mementingkan diri sendiri, melayani dengan tulus ikhlas & sepenuh hati demi kebahagiaan dan kesejahteraan semua makhluk.

5. Compassion – Mengembangkan kebajikan dan welas asih terhadap sesama di dalam menjalani kehidupan yang tidak merugikan siapapun

6. Learning – Terus belajar dan meningkatkan kualitas diri, baik secara pengertian maupun praktek Dhamma demi kemajuan spiritual hingga tercapainya pembebasan sejati.

7. Self-Reflection – Melakukan introspeksi diri, mengembangkan kesadaran dan kebijaksanaan, penuh rasa syukur di dalam menjalani kehidupan yang penuh makna.

8. Faith – Mengembangkan pandangan benar serta keyakinan yang kokoh untuk terus hidup sesuai dengan Buddha Dhamma.

Pengertian dari 8 core value:

1. RESPECT

Apa yang dimaksud dengan respect?
Seorang Buddhis memberikan hormat dengan beberapa cara. Yang pertama adalah dengan bersikap Anjali di depan dada. Sikap Anjali merepresentasikan sekuntum bunga teratai yang di dalam pengertian agama Buddha adalah bunga yang paling indah dan melambangkan kesucian, yang kita letakkan di dekat dada kita.
Demikian juga saat kita memberikan hormat adalah bagaikan kita meletakkan orang/tempat/nilai tersebut di dalam hati, dimana pintu hati kita terbuka untuk menerima dengan hati yang bersih. Menaruh perhatian penuh dan tulus atas apa yang sepatutnya kita hormati.
Cara kedua untuk memberikan penghormatan secara Buddhis adalah dengan melakukan Namaskara. Makna dari praktek Namaskara ini sebenarnya adalah bagaimana kita merendahkan ego kita di hadapan orang/tempat/nilai yang patut dihormati.
Dengan kedua cara inilah kita sepatutnya para kalyanamitta BFI memberi hormat.
Hormat kepada siapa?
Menurut Mangala Sutta ada berbagai hal yang berharga dan merupakan berkah di dalam hidup kita.
Menghormat pada yang patut dihormati termasuk kepada para bijaksanawan dan mereka yang lebih senior, baik senior secara usia (Jati Thero), senior secara status (Sammuti Thero) ataupun yang tertinggi adalah senior secara pengertian dan penghidupan yang sesuai Dhamma (Dhamma Thero).
Hidup di tempat yang sesuai adalah berkah utama. Oleh karena itu, dimanapun kita berada sepatutnya kita memberi hormat dengan menjaga kelayakan tempat tersebut sehingga senantiasa menjadi tempat yang bermanfaat dan tidak merugikan orang lain. Hal ini juga termasuk menjaga kebersihan, kerapian dan menaati semua aturan yang ada di BFI House.
Menghormati Dhamma dengan terus mempelajari, merenungkan dan mempraktekkan ajaran mulia melalui ucapan, pikiran dan perbuatan.
Menghormati sesama Kalyanamitta yang saling mendukung dan menjaga di dalam mempraktekkan ajaran Buddha Dhamma.
Menghormati visi misi organisasi, struktur, program, nilai keluhuran dan segala sesuatunya yang berguna dalam keberlangsungan pembabaran Buddha Dhamma.
Ramah dalam ucapan, pikiran maupun perbuatan, rendah hati serta mudah dinasihati.
Dan sebagainya.

2. JOYFUL EFFORT

Setelah Respect kita tumbuhkan, maka Joyful Effort (Semangat penuh sukacita) akan lebih mudah muncul di dalam diri. Semangat penuh sukacita ini didasari oleh rasa hormat dan pikiran yang baik terhadap seseorang/sesuatu dan nilai keluhuran yang diyakini.
Semangat penuh sukacita adalah energi yang muncul dari harapan dan cita-cita yang luhur.

3. INTEGRITY

Semangat sukacita adalah energi kita di dalam melakukan suatu usaha. Akan tetapi energi yang tidak terarah dan terjaga dapat mengakibatkan keliaran, kerusakan dan ketidakharmonisan. Oleh karena itu, setelah memiliki semangat sukacita, sepatutnya kita menjaga integritas dan moralitas yang benar, baik melalui pikiran, ucapan ataupun tindakan.
Integritas juga berarti kita mengedepankan apa yang benar (what is right) dibanding dengan apa yang kita suka (what we like). Melihat apa yang benar sebagai benar dan yang tidak benar sebagai tidak benar. Memperjuangkan apa yang benar dan yang sepatutnya diperjuangkan.


4. SERVICE

Rasa hormat, semangat spenuh ukacita dan integritas ini kemudian menjadi dasar bagi kita untuk melayani (Service). Bagaimana melayani dan dengan cara apa?
Melayani adalah salah satu bentuk dari aksi berbagi atau memberi. Lantas apa yang kita berikan?
Ketika seseorang/umat datang ke BFI House tentu mereka memiliki suatu pengharapan dan kebutuhan. Kenapa mereka datang dengan pengharapan dan kebutuhan? Karena sesungguhnya ada kehampaan di dalam diri mereka yang ingin diisi dengan harapan dapat membuat hidup mereka menjadi lebih bahagia dan bermakna.
Sesuatu itu bisa dalam bentuk ajaran Dhamma, ketenangan dan kedamaian di BFI House atau persaudaraan dan kehangatan yang dapat kita bagi terhadap sesama, atau apapun itu selama masih sesuai dengan ajaran Buddha Dhamma. Maka hal tersebut lah yang sepatutnya kita berikan di dalam melayani.
Di dalam prakteknya, masing-masing orang mungkin memiliki hal dan cara yang berbeda untuk berbagi yang disesuaikan dengan kemampuan serta kapasitas masing-masing individu.
Di dalam Sutta juga dijelaskan bagaimana Sang Buddha menasihati para Bhikkhu untuk dapat merawat serta melayani sesama bagaikan sedang melayani dan merawat seorang Buddha.

5. COMPASSION

Di dalam kita melakukan Service sepatutnya dilakukan dengan sepenuh hati dan atas dasar welas asih (Compassion). Compassion diartikan sebagai aksi dimana kita berlatih untuk tidak hanya memikirkan diri sendiri saja yang dapat memperkuat ego. Tetapi atas dasar karena kita mengerti dan ingin membantu orang lain dengan kemampuan kita demi meringankan penderitaan mereka atau meningkatkan kebahagiaan yang telah dimiliki. Oleh karena itu Service di dalam core value ini bukan atas dasar Ego yang mementingkan diri sendiri, ingin dihargai atapunpun ingin dipuji.

6. LEARNING

Selain mengembangkan Compassion, juga perlu mengembangkan Wisdom atau kebijaksanaan sehingga jalan hidup kita menjadi lebih terang dan penuh pandangan serta pengertian yang benar. Oleh karena itu, core value no.6 adalah Learning (Terus belajar untuk membuka wawasan, pandangan serta pengertian yang benar). Learning dapat dilakukan melalui berbagai cara, salah satunya adalah dengan mendengar, berdiskusi dan membaca dari sumber pengetahuan yang baik, benar serta bermanfaat. Tentunya yang sesuai dengan Buddha Dhamma.

7. SELF REFLECTION

Jika Learning adalah proses dimana kita belajar ke luar. Self-Reflection adalah proses dimana kita belajar dengan mengarahkan perhatian ke dalam diri kita sendiri yang berguna untuk menyempurnakan kebijaksanaan. Tentunya secara Buddhis, cara yang terbaik adalah melalui perenungan dan meditasi yang benar sesuai Buddha Dhamma.
Menyadari kekurangan dalam diri yang sudah muncul untuk dikikis, kekurang yang belum muncul supaya jangan muncul, kelebihan yang sudah muncul untuk dikembangkan serta kelebihan yang belum muncul supaya tumbuh.

8. FAITH

Di dalam kita melangkah maju di dalam hidup, jelas akan banyak tantangan yang harus kita lalui. Oleh karena itu, core value yang terakhir adalah Faith atau keyakinan. Keyakinan yang dimaksud disini adalah keyakinan pada Kebenaran Mulia serta Jalan Mulia yang akan mengarahkan kita menuju kehidupan yang lebih baik dan pada akhirnya merealisasikan pembebasan sejati. Keyakinan ini diletakan paling akhir bukan karena tidak penting, tetapi justru karena keyakinan ini telah melalui proses pengalaman langsung dari core values 1-7 maka keyakinan ini akan semakin kuat dan dapat mendukung core values yang lain.

8 Core Values ini bukan hanya untuk di praktekkan pada saat berada di BFI House tetapi untuk dibawa ke kehidupan sehari-hari dimanapun kita berada sehingga dapat memberikan transformasi yang positif dan nyata pada kehidupan hingga tercapainya 6 Well-beings yang seimbang.

Post a comment